Jualan itu Juga Ibadah

Dalam syariat Islam, segala sesuatu yang mubah bisa bernilai pahala ketika niatnya benar. Misal, aktivitas makan dan minum. Ketika kita niatkan hal tersebut untuk menunjang aktivitas shalat, kuat untuk mencari nafkah, dsb, maka aktivitas makan dan minum kita pun bisa bernilai pahala.

Begitu pun juga dengan aktifitas jualan. Kita bisa meraup pahala yang banyak ketika kita bisa meluruskan niat.

Niat yang benar dalam hal ini adalah menginginkan kebaikan untuk diri sendiri dan orang lain.

Niatkan agar lewat wasilah jualan kita bisa terhindar dari meminta-minta, dapat menjaga kehormatan, menjaga diri agar terhindar dari pekerjaan yang haram, memudahkan kita untuk memperbanyak sedekah termasuk membantu kerabat, dan niat-niat baik lainnya.

Begitu pun juga niatkan agar produk yang kita jual (BP, Belgie dan Brassic) bisa menjadi wasilah kesembuhan bagi orang lain. Coba bayangkan, betapa bahagianya ketika mereka bisa bertambah khusyu’ shalatnya asbab dari produk yang kita tawarkan. Amal jariyah, in syaa Allah.

Ketika kita menawarkan dari sisi peluang bisnisnya, hadirkan dalam niat untuk membantu mereka agar membaik keuangannya sehingga bisa meraih impian-impian dunia akhiratnya. Kita sama saja telah membuka lapangan pekerjaan buat mereka. Itu artinya kita juga telah berkontribusi membebaskan ummat dari sikap bergantung kepada orang lain.

Dengan niat yang benar, maka rasa gengsi dan malu menawarkan akan sirna, in syaa Allah.

Semoga Allah senantiasa meridhoi aktivitas jualan kita dan menjadikannya sebagai pemberat timbangan amal sholeh di yaumil akhir nanti 🤲

Istikhariyah Muin
Profit Protocol