5 Tips Sukses Lulus Seleksi Simulasi Mengajar Calon Guru Penggerak

Kursus Ilmu Digital – Artikel. Pengumuman seleksi tahap 1 calon penggerak angkatan 8 tahun 2022 sudah dipublish. Banyak Guru menyikapi dengan bersukacita karena untuk lolos di tahap 1 ini cukup lah berat karena harus meyakinkan assesor dengan esai yang kita buat di simpkb sebagai salah satu syarat mengikuti seleksi calon Guru penggerak angkatan 8 tahun 2022. Selamat ya bagi yang lolos, dan tetap semangat bagi yang belum lolos. Karena masih ada kesempatan di angkatan berikutnya.

Setelah nama kita terdaftar di surat pengumuman seleksi tahap 1 dan ucapan selamat muncul di beranda simpkb kita dan konfirmasi melalui email juga sudah diterima lalu langkah selanjutnya adalah kita wajib mengikuti seleksi tahap 2. Seleksi tahap 2 meliputi seleksi simulasi mengajar dan wawancara.

Pada seleksi ini guru diminta untuk melakukan simulasi mengajar dihadapan 2 assesor secara daring menggunakan aplikasi gmeet yang sudah disediakan linknya disimpkb. Calon Guru penggerak tinggal klik saja. Link ini akan muncul ketika kita sudah mengupload rpp dan jadwal simulasi mengajar sudah fix atau telah dikonfirmasi.

Walau kita pengalaman menjadi guru, ada sedikit keresahan dalam diri bagaimana menampilkan kemampuan kita dengan durasi waktu 10 menit. Padahal saat mengajar dikelas, waktu 10 menit hanya untuk pembukaan saja bahkan kurang.

Berikut kami sampaikan tips sukses lulus mengikuti simulasi mengajar calon guru penggerak berdasarkan pengalaman kami mengikuti seleksi tahap 2 pendidikan Guru penggerak beberapa waktu yang lalu. Tips sukses ini betul-betul kami praktekkan saat simulasi mengajar sehingga kami dinyatakan lulus dan masuk seleksi tahap 3 (proses menunggu pengumuman).

Beberapa tips sukses melakukan simulasi mengajar antara lain sebagai berikut ;

1. Buatlah RPP sesuai Format

RPP yang akan digunakan dalam silamusi belajar haruslah sesuai dengan kaidah yang telah ditentukan. Jangan sampai menyimpang atau format yang digunakan terlalu panjang. Singkat, padat dan ringkas. Isinya juga hanya meliputi kegiatan awal, kegiatan inti dan kegiatan penutup. Pilih materi yang paling dikuasai. Jangan pilih materi yang memerlukan waktu yang panjang. Lampiran hanya untuk mendukung RPP yang diupload tidak disampaikan saat simulasi mengajar. Atau bisa disimpukan RPP yang digukanan adalah RPP 1 lembar walaupun bisa lebih juga ya maksimal 2 lembar dengan durasi waktu 10 menit.

BACA JUGA :  Mau Sukses, Hindari Kata-Kata Ini!

2. Upload sesuai rentang waktu yang disediakan

Ketersediaan RPP dan menguploadnya di website guru berbagi akan menentukan ketersediaan jadwal simulasi mengajar di simpkb.

Bila RPP sudah diupload maka akan terkoneksi dengan simpkb sehingga di simpkb akan muncul notifikasi bahwa RPP sudah ada dan kita perlu mengkonfirmasi sehingga sistem akan membuat jadwal simulasi mengajar secara otomatis. Jadi jadwal simulasi mengajar bergantung dari waktu upload RPP. Makin cepat diupload di guru berbagi dan di konfirmasi di simpkb maka jadwal juga akan cepat keluar. Jadi upload RPP sesuai jadwal. Jangan melewati batas waktu yang ditentukan. Karena bila melebihi batas waktunya kita tidak akan punya jadwal simulasi alias gagal.

3. Simulasi mengajar jangan melebih durasi 10 menit, Perbanyak Latihan

Bila sudah membuat RPP 10 menit dan sudah terkonfirmasi di simpkb maka langkah selanjutnya adalah melakukan latihan simulasi belajar secara mandiri. Semakin sering latihan semakin baik.

Gunakan aplikasi Gmeet dan ajak teman sebagai assesor untuk menilai kita saat latihan simulasi mengajar. Kenapa langsung menggunakan aplikasi Gmeet, karena bila tidak terbiasa di depan kamera maka akan gugup dalam melakukan aktifitas mengajar. Kondisikan latihan seperti praktik simulasi mengajar sebenarnya dan jangan lupa pasang timer agar durasi waktu pas 10 menit. Ulangi latihan sampai kita terbiasa dan kalau perlu direkam untuk bahan evaluasi.

BACA JUGA :  Mau Sukses, Hindari Kata-Kata Ini!

4. Buat Skenario Simulasi Mengajar dalam bentuk teks.

Memang pengalaman membantu kita dalam melakukan simulasi mengajar, namun dengan durasi 10 menit kadang membuat kita gugup atau grogi sehingga apa yang kita sampaikan saat simulasi mengajar menjadi tidak fokus dan nglantur.

Hal ini bisa disiasati dengan membuat skenario simulasi mengajar secara tertulis. Walau kita sudah mempunyai RPP, itu hanya garis besarnya saja. Perlu teks tertulis yang memuat step by step apa yang akan kita sampaikan dari awal sampai akhir simulasi mengajar.

Mulai dari mengucapkan salam pembuka, menyapa siswa, berdoa, aperesepsi, menjelaskan materi, siapa nama siswa yang akan ditunjuk menjawab pertanyaan, siswa yang ngantuk (bila anda) dan lain-lain perlu dibuatkan skenarionya. Jangan sampai saat latihan menyebut nama Andi, latihan berikutnya Budi dst. Hal ini akan membuat simulasi mengajar kita kurang terkonsep karena seringnya berubah-rubah saat latihan. Dengan skenario ini kita bisa mengevaluasi mana yang perlu dirubah dengan menambah atau mengurangi bagian-bagian yang tidak penting.

5. Hal-hal non teknis perlu perhatian juga

Selain kita fokus pada simulasi mengajar jangan lupa kita menyiapkan hal-hal non teknis yang mendukung kegiatan sumulasi mengajar antara lain.

– Sebelum simulasi mengajar di mulai, biasanya assesor meminta Calon Guru Penggerak untuk menunjukkan KTP. Ini sepele tapi bisa membuat fokus kita jadi rusak gara2 mencari KTP yang masih tersimpan didompet dan dompetnya kita nggak tahu tersimpan dimana. Bisa runyam.

– Tempat dimana kita akan melakukan simulaai mengajar harus steril dari kegiatan yang lain, suara yang berisik, lampu redup dan lain-lain. Pilihlah tempat yang kondusif. Bila dilakukan dirumah, Anak-anak dikondisikan jangan masuk ke area simulasi mengajar.

BACA JUGA :  Mau Sukses, Hindari Kata-Kata Ini!

– Jaringan internet, baterai laptop dan lain-lain harus dipastikan tersedia sampai akhir simulasi mengajar.

– Sarana prasarana pendukung perlu siapkan lebih awal sebelum acara simulasi dimulai. Misalnya papan tulis, alat peraga, spidol (jangan yang baru) dan lain-lain harus siap digunakan saat simulasi mengajar bukan menyiapkan saat simulasi mengajar akan dimulai.

Hal penting lainnya saat simulasi mengajar yang perlu diperhatikan juga untuk lulus yang berasal dari dalam diri kita antara lain

1. Jangan menjawab sesuatu yang tidak ditanyakan assesor.

2. Jangan beradu argumen dengan assesor.

3. Jangan sok kenal dan sok dekat dengan assesor (intinya jangan lebay dalam menjawab pertanyaan assesor).

4. Yakinkan assesor bahwa kita layak menjadi guru penggerak dengan mentaati panduan-panduan yang telah ditentukan.

5. Jangan gugup atau panik saat listrik padam, internet putus dan lain-lain, koordinasikan dengan pemantau agar diberikan solusi terbaik.

Demikian tips sukses untuk mengikuti seleksi tahap 2 khususnya simulasi mengajar agar bisa lulus ketahap berikutnya berdasar pengalaman kami saat mengikuti seleksi yang sama beberapa waktu yang lalu.

Tips sukses ini hanya pengalaman belaka bisa berhasil atau gagal tentunya seiring doa dan ikhtiar dari calon guru penggeak dalam mengoptimalkan potensi yang dimiliki untuk bisa lulus di tahap 2 ini.

Sempatkan mengikuti pendampingan atau coaching clinic yang dilakukan oleh dinas pendidikan setempat, organisasi profesi (IGI, PGRI atau yang lain) atau lembaga yang menyelenggarakan pendampingan baik daring maupun luring atau tatap muka yang mengupas tentang strategi dan tips agar bisa lulus menjadi guru penggerak. Karena kita tak bisa sendirian untuk sukses, biasakan kolaborasi. Ok.

Belajar terus, Teruslah Belajar!

3 komentar untuk “5 Tips Sukses Lulus Seleksi Simulasi Mengajar Calon Guru Penggerak”

  1. Avatar

    Terima kasih atas semua informasi yang menarik untuk terus disimak semoga bermanfaat dan bisa berbagi dengan orang lain lebih banyak lagi bravo

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *