Aku Butuh Uang ya Allah!

money, coin, cash-1673582.jpg

Perasaan kita memiliki vibrasi atau getaran ke semesta. Sederhananya kita bisa merasakan kesedihan orang lain tanpa menanyakannya, cukup lihat gesture-nya.

Pikiran kita pun demikian, memiliki vibrasi atau getaran meski tak sekuat perasaan yang didorong oleh getaran jantung.

Keselarasan pikiran dan perasaan ini menjadi kekuatan berlipat-lipat, membuat vibrasi dari keduanya bersatu padu dan terhubung dengan cepat ke sumber-sumber yang selaras dengan muatan vibrasi itu.

Misalnya begini, pikiran membayangkan kekosongan uang, lalu perasaan pun cemas. Maka keduanya menjadi vibrasi yang kuat, terhubung dengan sumber-sumber yang kosong lagi. Jualan tidak laku, piutang tak terbayar, atau dikelilingi orang-orang pelit.

Maka cara mengubah realita itu adalah dengan mengubah vibrasi dari pikiran dan perasaan, dari berfikir kosong menjadi berfikir penuh. Dari merasa cemas menjadi merasa bahagia.

Pertanyaannya, kapan seseorang berfikir kosong uang? Ketika ia merasa butuh uang.

Butuh uang artinya meyakini dia tak punya uang. Semakin ngotot mengatakan “aku butuh uang” semakin kuat vibrasi kekosongannya.

Ketika merasa butuh uang, pikiran cemas bukan? Semakin butuh, semakin cemas. Tak sadar pikiran dan perasaan berkolaborasi membentuk vibrasi kuat kekosongan uang.

BACA JUGA :  Panduan LMS Calon Guru Penggerak

Lha, bukannya memang butuh?

Iya benar, tapi salah “memancing” bahwa uang tidak dipancing dengan kekosongan. Tapi mesti dipancing dengan keberlimpahan.

Anda butuh uang, ok simpan dulu.

Sekarang fokuslah pada rasa berlimpah, uang yang pernah diperoleh digunakan untuk apa saja dan apa manfaat yang sudah diterima?

Ketika melihat saldo Rp 0 di rekening, saya bersyukur sebab membuktikan bahwa uang pernah hadir dan memberi manfaat untuk hidup saya.

Jadi, sambil melihat rekening kosong itu, saya berucap “terima kasih uang, kamu sudah pernah hadir di rekening dan dompetku. Menjaga kehormatanku, memenuhi kebutuhanku. Silahkan datang lagi bersama teman-temanmu, lebih banyak, lebih sering, darimana pun asalmu. Alhamdulillah.”

Jujur, merasa bahagia bukan?

Akhirnya ini masalah fokus pikiran, Anda mau fokus ke kenyataan bahwa Anda tidak punya uang dan karenanya Anda cemas, atau fokus ke kenyataan Anda pernah menerima uang dan merasakan manfaatnya lalu perasaan bahagia?

Ingat, setiap apa yang dipikir dan rasskan memiliki vibrasi yang akan terhubung dengan sumber-sumber sejenis.

BACA JUGA :  Panduan LMS Calon Guru Penggerak

Kesimpulannya, kalau menginginkan keberlimpahan, simpanlah perasaan butuh itu atau malah abaikan.

Lalu ganti ke perasaan bersyukur karena pernah menerima dan mendapatkan manfaat atas kehadiran uang.

Setelah itu barulah ucapkan kalimat afirmasi tentang uang tadi:

“Terima kasih uang, kamu sudah pernah hadir di rekening dan dompetku. Menjaga kehormatanku, memenuhi kebutuhanku. Silahkan datang lagi bersama teman-temanmu, lebih banyak, lebih sering, darimana pun asalmu. Alhamdulillah.”

Wallahu’alam
Ahmad Sofyan Hadi
Program 20 Hari Membuka Rezeki

Penulis Buku Reset Hati Instal Pikiran

Download Free Ebook “Temukan Mentalblock melalui Analisa Tanda Tangan ”

http://guruahmadfauzi.behindsign.com

🏡KELAS AFIRMASI ONLINE
Dengan visi besar “Memutus Rantai Kekerasan dalam Rumah Tangga”

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *