Visualisasikan Hidupmu agar Menjadi Kaya

Kursusilmudigital – Artikel. Visualisasi berasal dari dua kata yaitu visual dan sasi. Kata sasi atau akhiran sasi berarti suatu proses sama seperti pada kata modernisasi yang berarti proses memodernkan.

Tapi akhiran sasi ini juga penyerapan dari bahasa Inggris yaitu akhiran ‘sation’ seperti pada kata visualisation.

Sedangkan visual artinya sesuatu yang bisa dilihat dengan indera penglihatan, ini merujuk kepada gambar, bentuk, atau objek apa pun yang bisa dilihat.

Secara bebas saya menerjemahkan visualisasi sebagai proses menggambar dalam pikiran. Ini berkaitan dengan imajinasi, yaitu membuat imej atau gambar khayalan di pikiran kita.

Saya membahas visualisasi sebab inilah sebenarnya kunci keberhasilan sebuah afirmasi. Yaitu manakala kita berhasil membuat gambar khayalan di pikiran kita, selanjutnya gambar itulah yang menjadi sasaran.

Visualisasi menjadi penting sebab dilakukan di pikiran, dimana pikiran ini ‘mengunci’ seluruh organ tubuh kita, termasuk panca indera untuk patuh dan tunduk pada pikiran.

Artinya bila pikiran dipenuhi gambar A, maka seluruh organ tubuh termasuk panca indera akan patuh menjalankan program A.

Saking pentingnya membuat visualisasi, Al Quran dengan jelas menggambarkan keindahan surga secara detail agar mudah dibayangkan sehingga menjadi sasaran (arah hidup) ummatnya.

Bahkan ada sahabat Nabi SAW yang berdoa sebelum perang -doa ini didengar sahabat lain dan kelak disampaikan kepada Rasulullah SAW- agar mati dalam kondisi tangan dan kaki terpotong menyilang.

Lalu saat dia masuk surga, penghuni surga lain bertanya kenapa tubuhnya tidak lengkap, dia akan dengan bangga menjelaskan alasannya.

Ternyata, sahabat nabi ini syahid dan Rasulullah SAW menceritakan kepada para sahabat bahwa doanya dikabulkan.

Bukan hanya sahabat nabi yang melakukan visualisasi sedetail itu, banyak orang berpengaruh didunia seperti artis holywood yang mempraktekkan visualisasi ini meski untuk tujuan hidup di dunia.

Mereka membuat tujuan besar yang bila tercapai, bisa mengubah hidup mereka secara drastis. Kita mengenalnya dengan sebutan VISI HIDUP.

Saya ambil contoh salah satu artis pemeran film Terminator. Dia berasal dari Austria dimana saat itu Eropa baru saja mengakhiri Perang Dunia II, alias hidup susah.

Lalu dia menonton sebuah acara televisi dimana ada binaragawan yang terkenal dan menjadi pemeran utama film Hercules, di AS.

Maka dia menetapkan sebuah visi hidup, yaitu menjadi binaragawan terkenal di AS dan menjadi tokoh utama sebuah film.

Visi ini adalah sebuah gambar dalam imajinasinya, yaitu kelak dia akan menjadi binaragawan sukses, tinggal di AS, serta menjadi pemain film sebagai tokoh utama.

Gambar inilah yang divisualisasikan sesering mungkin, membuatnya mampu berlatih fisik selama 5 jam sehari, dilanjutkan bekerja sebagai tukang bangunan, lalu malamnya belajar bicara bahasa Inggris dengan aksen Amerika.

Pada akhirnya, dia berhasil memenangi perlombaan binaraga, lalu belajar akting, hingga mendapatkan peran di beberapa film, paling terkenal adalah Terminator sebagai pemeran utama.

Kesalahan sebagian kita adalah mengecilkan visi besar anak-anak, atau memberi visi kecil kepada anaknya.

“Sekolah yang tinggi, agar nanti kerja enak.”

Hanya sebatas itu: sebagai pekerja.

Atau jangan-jangan kita adalah korban visi kecil orang tua kita dulu?

Namun meskipun demikian, kita punya kesempatan membuat visi yang jelas lalu memvisualisasikannya sesering mungkin.

Visi yang jelas mampu membuat kita konsisten dan tekun atau orang bilang “siap membayar harganya” sehingga kita unggul dalam bidang yang kita tekuni itu.

Dengan kata lain, tak cukup sekedar kerja keras, tapi perlu visi jelas yang selalu divisualisasikan. Atau tak sembarang visualisasi, tapi sebuah visi hidup -bahkan visi akhirat- yang dibayangkan setiap saat.

Dengan cara itu, kita bisa konsisten dan unggul hingga berhasil.

Wallahu’alam
Ahmad Sofyan Hadi

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *